Postingan

Gelar Reses, Legislator Banteng Tulungagung Siap Kawal Aspirasi pelaku UMKM dan Pembangunan Infrastruktur Pedesaan

Gambar
TULUNGAGUNG, 21 Juli 2023 – Anggota DPRD Tulungagung Sumarno menggelar kegiatan serap aspirasi atau reses di Hall Minapolitan Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu. Jumat (21/07/2023) Malam. Reses yang dikuti oleh sejumlah masyarakat dari Kecamatan Boyolangu, Sumbergempol dan Ngunut (Dapil II) itu, menampung berbagai aspirasi masyarakat. Mulai dari pemberdayaan UMKM, pemberdayaan komunitas seni budaya, fasilitas kesehatan masyarakat hingga pembangunan infrastruktur pedesaan. “Semua usulan masyarakat akan ditampung, dikawal dan didistribusikan pada mitra kerja DPRD dan kebetulan mitra kerja kami keuangan yakni Bank UMKM juga bisa hadir untuk memberikan sosialisasi program terbaiknya bagi masyarakat,” kata Sumarno. Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung ini menjelaskan, kegiatan reses adalah kegiatan menggali usulan dari masyarakat yang kemudian ditampung dan direalisasikan demi kebaikan masyarakat. Dalam 1 tahun anggaran, setiap anggota DPRD Tulungagung mendapat jatah reses sebanyak 3...

Berkunjung

  Hamparan warna biru diselimuti awan tebal hari ini menjadi saksi kedamaian desa Bulurejo---salah satu nama desa yang terletak di kecamatan Mertoyudan kabupaten Magelang. Tidak lain adalah kampung halamanku, dimana Aku lahir dan menghabiskan masa kecil hingga berumur lima tahun. Saat itu keadaan masih sangat sederhana, sering kali ditinggalkan sendiri dengan alasan ibu yang akan membantu nenek berjualan di warung. Tentu Aku yang masih tak bisa berkata apapun, menikmati hari-hariku dengan hanya bermain sesuka hati bersama kakakku yang setia menemani. Baiklah, sebenarnya itu hanyalah cerita lama yang sering kali teringat saat sampai di tanah kelahiranku ini. Mengingat kembali masa lalu memberiku pelajaran untuk terus bersyukur atas kehidupan yang semakin baik ini. Hari pertama di tahun baru hijriyah, Aku dan keluarga memutuskan untuk berkunjung ke Magelang. Menemani kakek yang sekarang seorang diri, walau hanya beberapa hari saja namun tentu ini akan berarti. Tanpa membuang-buan...

Rezeki Itu Datang Setelah Dua Hal

Ketika mulai dewasa dan menyelesaikan pendidikan yang ditempuh, banyak dari kita tentu akan memikirkan “rezeki”. Tentu kata yang tidak asing bagi kita. Kata yang bagi orang dewasa ini adalah hal yang krusial jika kita akan menapaki bahtera rumah tangga atau hanya sekedar ingin hidup mandiri. Untuk generasi saat ini, Aku rasa hal ini seakan enteng untuk dibicarakan. Tentu hal ini bukan tanpa dasar, karena Aku percaya bahwa keyakinan anak muda saat ini terhadap datangnya rezeki itu meningkat.  Banyak dari mereka yang kini mulai mencoba peruntungan membuka usaha, entah secara online maupun offline. Aku rasa ini patut diacungi jempol, dan tidak seharusnya kita berkomentar negatif dan meruntuhkan antusiasme ini. Namun, ternyata ada beberapa hal yang terlupakan. Sesuatu yang sepertinya sering terdengar tetapi sulit untuk dilakukan tanpa kesadaran. Tidak lain adalah Syukur dan Sedekah. Dua hal yang harusnya kita tidak menghilangkan kata “berusaha” karena itu adalah wajib. Apapun yang ...

Lupa Cara Memaafkan Diri

Detik, menit, jam, hari, bulan, hingga tahun, terus bergulir tanpa pemberitahuan. Lalu, untuk apa kita menunggu “waktu” untuk mengirimkan notifikasi lebih dulu sebelum ia berjalan. Dia bukanlah milik kita. Dan kita bukanlah siapa-siapa yang berhak untuk memintanya berhenti sejenak, atau bahkan memutar kembali memori yang telah lalu. Betapa egoisnya Aku, mencoba memahami diri namun menyalahkan waktu. Betapa bodohnya, terus menyia-nyiakan waktu dari Tuhan untuk terus berleha-leha. Harusnya Aku sadar, hidup itu pasti memiliki tujuan. Setiap diri kita adalah bermakna dan istimewa dengan tujuannya masing-masing. Entah apapun itu, harusnya Aku bisa menemukannya. Setidaknya agar Aku tidak menggunakannya untuk sesuatu yang tak berguna dan sia-sia semata. Sebelum menemukannya, langkah yang harus Aku ambil tentu akan sangat berat. Hingga kepalaku ini dipenuhi dengan tanda tanya yang entah apa artinya bagiku. Bertanya, namun tidak tahu harus menyampaikan kepada siapa. Bingung, namun tidak tah...

Ternyata Itu Rumit

Teringat bagaimana Aku bercermin setiap hari membuat diri berfikir ulang tentang apa tujuanku bercermin dan bersolek tiap kali aku memandang bayangan itu. Cermin memang memantulkan wujud kita, namun bukan berarti kita bisa menemukan diri kita disana. Entah apa yang Aku rasakan saat ini, merasa kehilangan diriku sendiri. Seakan Aku bukan lagi “Aku”, namun orang lain. Serasa asing dengan bayangan yang ada di hadapan, tampak lebih indah dari apa yang bisa Aku rasakan. Apakah “Kamu” adalah “Aku”? Akankah “Aku benar-benar mengenalmu? Pernahkan kita berbincang sebelumnya? Siapa sebenarnya “dirimu”? (yang sebenarnya kutunjukkan pada diriku sendiri). Pertanyaan-pertanyaan itu seakan terbang melayang di langit pikiran, menatap “diriku” yang terlihat bodoh dan angkuh dengan dirinya sendiri. Di pihak lain, sikap munafik mulai menghinggapi kesadaranku, berbicara kesana kemari tentang banyak hal yang entah Aku melakukannya atau tidak. Merasa hina saat Aku mulai menasehati banyak orang, sedangkan ...